Pos Ketan; Warung Ketan “Kicir” yang Sangat Terkenal di Kota Batu

https://pesonamalangraya.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_32.png https://pesonamalangraya.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_32.png https://pesonamalangraya.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_32.png https://pesonamalangraya.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_32.png https://pesonamalangraya.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_32.png https://pesonamalangraya.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_32.png

Pos Ketan

Tak seorang pun yang tahu pasti mengapa tempat ini disebut Pos Ketan. Hampir semua penduduk kota Batu, terutama kaum laki-laki, pasti tahu tempat ini. Warung yang berjualan “ketan kicir” ini dulu di Kota Batu hanya ada satu, yaitu yang terletak di pojok sebelah barat Jalan Munif (sebelah selatan alun-alun Kota Batu).  Sekarang “pesaingnya” muncul dengan produk sama yaitu ketan kicir tapi dengan tempat yang lebih nyaman dibanding pendahulunya karena tempatnya lebih luas meski sama-sama ada di trotoar dan lokasinya ada di sebelah timur Jalan Munif, jadi dalam satu jalan ada dua Pos Ketan yang sangat terkenal bagi wisatawan dari luar Kota Batu. Praktis trotoar ini hanya berfungsi sebagaimana layaknya trotoar hanya pada siang hari, karena di malam hari sampai dini hari beralih fungsi menjadi pos ketan. Untuk Pos Ketan di sebelah barat, buka mulai pukul 17.00, sedangkan di sebelah timur baru mulai buka sekitar pukul 21.30.

Hidangan utama di pos ketan ini tak jauh dari namanya yaitu ketan. Cara penyajiannya: ketan yang sudah direbus matang diletakkan di dalam sebuah cawan berukuran sedang, lalu ketan yang biasanya disajikan dalam keadaan masih panas tersebut ditaburi dengan bubuk kedelai yang sangat lembut, ditambah dengan parutan kelapa muda dan diberi gula merah yang sudah dicairkan, gula merah cair inilah yang disebut dengan kicir, karena itu ketan ini kemudian banyak disebut dengan ketan kicir. Rasanya gurih bercampur dengan manis. Layak dicoba bagi anda yang berkunjung ke Kota Batu.

Ketan Kicir dan Kopi Ginseng

Tapi yang paling menarik dari pos ketan ini sebenarnya adalah karena pengunjung bisa berlama-lama nongkrong sambil menikmati segelas kopi dan secawan ketan, penjual ketan juga tidak keberatan dengan hal itu, hingga tak jarang beberapa pengunjung nongkrong di situ sampai dini hari. Yang berkunjung ke sana pun datang dari beraneka macam golongan masyarakat, mulai dari pejabat, seniman, tukang ojek, wisatawan luar kota, sampai anak-anak muda dengan baju dan gaya yang aneh-aneh. Asyiknya lagi, di sini pengunjung bisa menikmati ketan dan kopi sambil tetap bisa berkelana di dunia maya atau hanya sekedar mau “update status” dan mengirim “email” karena lokasi pos ketan berdekatan dengan “Hot-Spot” di Kota Batu, sehingga sambil nongkrong urusan bisnis atau pribadi tetap bisa dijalankan. Jadi jangan tinggalkan laptop anda di rumah bila berniat nongkrong di pos ketan ini.

Pemandangan Kota Batu Dilihat dari Pos Ketan

Pengunjung dari dalam kota maupun luar kota, bisa dikatakan cukup ramah, ditambah lagi penjual dari warung ketan kicir ini juga tak bosan-bosannya menyapa setiap pengunjung yang datang dengan sapaan yang tidak mengada-ada, atau jika mereka sudah saling mengenal, antara si penjual dan pembeli biasanya saling bersalaman terlebih dahulu sebelum memesan kopi atau ketan kicir. Sebuah keakraban yang harusnya dipertahankan sampai kapan pun. Tak jarang si penjual menyempatkan untuk ngobrol ringan terlebih dahulu dengan pengunjung sebelum menyiapkan pesanan.

Meski warung ketan ini hanya terletak di trotoar dan hanya diberi “dinding” dua lembar “colibright”, tempat duduk dari kayu papan panjang, meja kayu sederhana, dan penerangan seadanya (hanya sebuah lampu neon besar di tengah dan penerangan dari lampu kota), namun jika anda sudah duduk di tempat ini, anda seperti dipisahkan dari hiruk-pikuk jalan besar di depan warung ketan yang sibuk dengan hilir mudik kendaraan dan pejalan kaki. Ada suasana tenang yang membuat siapa saja ingin duduk berlama-lama sambil ngobrol tentang apapun. Beberapa anggota dewan Kota Batu, kadang-kadang juga terlihat nongkrong di warung ketan ini, tentu saja obrolan mereka tentang isu-isu dalam kota dan seputar kejadian-kejadian aktual. Beberapa kali juga terlihat para seniman Kota Batu nongkrong di pos ketan ini sampai larut malam. Dan yang paling mengasyikkan, sambil nongkrong dan ngobrol, anda bisa menikmati sunyinya Kota Batu di malam menjelang fajar. Memang tidak sesunyi seperti di desa, tetapi juga tidak seramai layaknya kota besar.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: