Coban Talun; Air Terjun, Bumi Perkemahan & Outbound

Coban Talun

Kawasan Coban Talun yang terletak di desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu ini, sudah dikenal luas sebagai tempat untuk camping dan kegiatan outbound. Lokasi untuk camping berada di bawah rerimbunan pohon pinus yang menjulang tinggi sehingga cukup sejuk dan teduh, apalagi saat daun-daun pinus tersebut tertiup angin, bunyinya seperti sebuah siulan alam.  Area untuk outbound bisa dikatakan masih liar karena belum dirancang secara khusus untuk kegiatan outdoor.

Jika dibandingkan dengan Coban Rondo yang sudah tertata dengan begitu rapi dan sudah sangat layak sebagai sebuah tempat rekreasi; pengelola kawasan Coban Talun masih harus melakukan pembenahan dan pembangunan di banyak tempat. Hal ini bisa dilihat dari beberapa sarana yang masih terkesan apa adanya misalnya tempat parkir untuk sepeda motor yang masih beralaskan tanah dan ditumbuhi rumput setinggi lutut sehingga agak menyulitkan untuk memarkir sepeda motor dengan nyaman. Juga sarana-sarana lain seperti kios-kios makanan yang perlu banyak sekali perbaikan.

Dam yang berada di kawasan Coban Talun

Namun yang paling mencolok dari kawasan ini adalah adanya sebuah dam yang begitu indah. Air yang mengalir ke dam tidak terlalu deras dan kita bisa bermain-main dengan air yang bening dan segar tersebut, atau kita bisa juga sekadar duduk berlama-lama di atas dam sambil menikmati rimbun pohon pinus yang tumbuh mengelilingi dam.

Sebagai sebuah tempat yang memiliki nama “Coban”, tentunya tidak lengkap kalau setelah sampai di kawasan ini anda tidak mengunjungi air terjun yang disebut dengan Coban Talun. Sebenarnya, air yang tertumpah di coban tersebut berasal dari dam yang telah kami ceritakan di atas.

Lokasi air terjun “Coban Talun” terletak di tengah-tengah tebing yang lumayan tinggi. Untuk sampai ke lokasi tersebut kita harus berjalan mengitari sisi tebing kemudian turun ke dasar tebing untuk menikmati air terjun tersebut. Tapi jangan membayangkan perjalanan menuju ke lokasi air terjun tersebut bisa dilalui dengan mudah dan lenggang seperti kalau kita pergi ke air terjun di Coban Rondo.

Kondisi Jalan Menuju Air Terjun

Jalan menuju air terjun Coban Talun sampai saat ini bisa dikatakan belum tersentuh pembangunan. Jalan setapak dengan semak-semak yang sebagian besar hampir menutupi jalan, serta tidak ada papan penunjuk satupun menuju ke arah air terjun. Pada saat tim kami mendatangi air terjun tersebut, kami harus berjalan dengan sangat pelan karena kondisi jalan tersebut sangat licin dan banyak sekali lobang yang dapat menyebabkan kaki terperosok sehingga kami berjalan dengan kewaspadaan tinggi. Jalan tersebut semakin berbahaya dan sangat licin ketika sudah mendekati lokasi air terjun, sebab jalan yang harus kami lewati menukik tajam dengan kondisi tanah yang tidak beraturan karena erosi air hujan. Kami berjalan merambat pelan ketika menuruni jalan tersebut. Di tengah perjalanan tersebut kami berpapasan dengan dua orang pemuda yang dengan ramah memperingatkan kami untuk berhati-hati supaya jangan sampai terpeleset. Kondisi jalan seperti ini sangat tidak cocok untuk dilalui anak-anak atau orang yang sudah lanjut usia, jadi sebaiknya anda pertimbangkan terlebih dahulu jika ingin mengajak keluarga anda ke lokasi air terjun.

Batu-batu besar di sekitar aliran air terjun

Sesampai di lokasi air terjun, ketegangan dan rasa lelah melewati jalan licin tersebut seperti terobati. Batu-batu besar berwarna putih dengan ketinggian sekitar dua meter memenuhi aliran air dari air terjun. Kami tidak bisa benar-benar berada di bawah air terjun karena terhalang oleh beberapa bongkah batu besar setinggi kurang lebih empat meter, sehingga kami hanya bisa memandang air terjun tersebut dari jarak kira-kira sepuluh meter.

Lokasi air terjun ini dikelilingi oleh tebing yang ditumbuhi dengan pohon-pohon besar yang masih belum tersentuh tangan manusia. Meskipun hanya memandang dari kejauhan, kami bisa mendengar dan melihat adanya beberapa monyet liar yang bergantungan di antara pohon-pohon tersebut. Mereka hidup bebas, dan memang seharusnya seperti itu.

Setelah kami menikmati suasana sekitar sambil memotret beberapa sudut yang kami anggap bagus, kamipun segera kembali karena mendung sudah menggantung di langit yang tertutupi oleh awan kelabu.

Goa Jepang di Kawasan Coban Talun

Satu hal lagi yang ingin kami ceritakan pada anda, di Coban Talun juga terdapat Goa peninggalan Jepang saat masih berkuasa di Indonesia. Goa ini berkedalaman sekitar lima meter dan berbentuk huruf “T”. Kondisinya masih bagus, namun tanah di depan Goa tersebut sudah hampir longsor. Letak Goa Jepang ini agak tersembunyi dan terpencil berada di seberang aliran sungai. Berjarak sekitar satu kilo dari tempat parkir sepeda motor. Untuk bisa mendekati Goa Jepang ini, anda harus menuruni bukit yang sudah dijadikan lahan pertanian, lalu menyeberangi sungai dengan aliran air yang sedang-sedang dan tidak berbahaya, kemudian anda harus naik lagi ke bukit dengan jalan setapak yang sudah tidak terlihat lagi badan jalannya karena tertutup semak. Di jalan inipun kita harus berhati-hati karena resiko terperosok sangat tinggi.

Setelah mengunjungi Goa Jepang, akhirnya kamipun memutuskan pulang di tengah hujan yang mulai jatuh membasahi bumi.


Lihat Peta Pesona Malang Raya di peta yang lebih besar

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

WP-SpamFree by Pole Position Marketing