Archive for the Category » Wisata Kuliner «

Kawasan Payung; Menikmati jagung bakar sambil memandang Kota Batu

Kawasan Payung

Mungkin bagi sebagian besar orang yang sudah mengunjungi Kota Batu, pernah singgah untuk bersantai sambil menikmati pemandangan Kota Batu dari dataran tinggi yang disebut dengan “Payung.” Nama “Payung” di sini sebenarnya mengacu kepada sebuah pos/ tempat yang memang sengaja dibuat khusus untuk menikmati Kota Batu dari ketinggian. Dulu pos ini hanyalah bangunan kecil dengan beberapa tempat duduk dari semen atau biasanya disebut dengan “buk” dan atapnya berbentuk mirip payung. Pos ini terbuka tanpa pembatas sehingga leluasa untuk memandang ke arah manapun. Mungkin karena atapnya yang mirip payung itulah maka kemudian orang menyebutnya dengan “Payung.”

more »

Dapur Bambu Sudiro; Tempat yang Pas untuk Berwisata Kuliner

Pintu Masuk ke Dapur Bambu Sudiro

Satu lagi “Hotspot” kuliner muncul di Kota Batu. Aneka makanan yang mengundang selera siap menantang siapa saja yang ingin berwisata kuliner di kota wisata ini. Pujasera  dengan nama “Dapur Bambu Sudiro” ini lokasinya mudah sekali ditemukan karena sangat dekat dengan Alun-alun Kota Batu, tepatnya di Jalan Sudiro 3, di sebelah barat daya alun-alun. Pujasera dengan panjang 55 meter dan lebar kurang lebih 8 meter ini sangat sesak pengunjung di akhir minggu dan juga di hari-hari biasa. Suasana santai dan nyaman yang terpancar dari pujasera ini, membuat siapa saja tergoda dan tanpa ragu-ragu untuk masuk ke area tersebut. more »

Warung-warung Tenda di Kota Batu Pindah ke BTC

Gedung Ganesha

Menelusuri kuliner di kota Batu memang tidak ada habisnya. Ada begitu banyak tempat untuk mengisi perut yang layak dicoba di saat sedang lapar. Mulai dari depot dengan bangunan yang sudah permanen dan tertata sampai pada warung kaki lima dengan gerobak dorong yang hanya buka pada jam tertentu saja. Salah satu tempat yang cukup terkenal dengan kulinernya adalah Jl. Sudiro, Jl.Munif dan depan Gedung Ganesha yang semuanya berada di sekitar alun-alun kota. Dulu kawasan kuliner ini lebih dikenal dengan sebutan “Pasar Sore.” Sesuai dengan namanya, warung-warung tenda di jalan ini hanya buka pada waktu sore hari sampai  larut malam menjelang dini hari. Sementara warung-warung yang berada di depan Gedung Ganesha buka hanya pada waktu siang hari. more »

Warung Bambu; Suasananya Menyejukkan Hati

Suasana di Warung Bambu

Kesan pertama begitu kita duduk bersila di warung lesehan ini adalah suasananya yang “fresh” dan begitu asri. Begitu segar dan asrinya hingga perhatian pertama bukan pada menu makanan yang disediakan tetapi justru pada suasananya yang benar-benar menyejukkan pikiran dan hati. Warung yang konstruksi bangunannya hampir seluruhnya dibuat dari bambu dan berkonsep lesehan ini dibangun di atas kolam yang luas berisi ratusan ikan koi yang besar-besar. more »