Air Terjun Parangtejo

Air Terjun Parangtejo

Air deras tertumpah dari atas tebing patahan lapisan bumi yang menakjubkan di lereng Gunung Butak membentuk aliran Sungai Metro. Nama tempat ini Parangtejo (dalam bahasa Jawa parang artinya tebing, tejo artinya pelangi), sebuah nama yang sangat cocok untuk melukiskan keindahan pelangi yang sering muncul di sini pada pagi hari. Pembiasan sinar matahari oleh tempias air terjun menciptakan saputan lengkung spektrum warna-warni. Parangtejo terletak di Dukuh Princi, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Setelah melewati jalan setapak berkelok-kelok, tampak Parangtejo berada di kejauhan.

Kawasan wisata alam ini mulai dikenalkan dan dipublikasikan pada bulan Agustus 2005 oleh Sujud Pribadi, Bupati Malang pada waktu itu. Perjalanan dari Kota Malang menuju Desa Gadingkulon bisa melalui beberapa alternatif rute. Kita harus mengendarai mobil pribadi atau sepeda motor, sebab angkutan umum tidak ada. Sampai dengan Dukuh Princi, yaitu dukuh paling barat Desa Gadingkulon, mobil kita titipkan di rumah penduduk dan perjalanan  kita lanjutkan dengan jalan kaki. Jika mengendarai sepeda motor, kita masih bisa meneruskan perjalanan sejauh dua kilometer lagi melewati jalan tanah yang sempit, tetapi di pos terakhir tidak ada tukang parkir.

Kiri : Papan Penunjuk Arah <>Tengah : Ngarai di Pos Terakhir <> Kanan : Hamparan pemandangan Kota Malang dengan latar belakang Gunung Semeru

Di pos terakhir ini, sebuah ngarai yang sangat eksotis menyambut kita. Di sebelah timur terhampar pemandangan Kota Malang dengan latar belakang Gunung Semeru.  Jika pandangan kita arahkan ke barat, mungkin kita sedikit merasa kecewa sebab yang tampak di kejauhan hanya air terjun kecil di sela-sela lembah hijau kebiruan. Jangan tertipu, itu bukan air terjun Parangtejo. Parangtejo baru terlihat setelah kita lewati jalan setapak mengular di tengah tebing curam. Setelah berjalan sekitar satu jam, bunyi derai air terjun Parangtejo yang masih murni alami seolah menjadi tembang selamat datang menyambut kita.

Lokasi  :
Dukuh Princi, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

Buka :
setiap hari

Tarif masuk :
-

Fasilitas :
-

Tips :
* Sebaiknya tidak mengajak balita atau lansia
* Pada musim hujan jalan setapak sangat licin, sering terjadi longsor

Rute menuju ke Parangtejo :
Beberapa alternatif dari Kota Malang : jarak ± 20 kilometer

*
Dari perempatan Dieng Plaza ke arah barat – Unmer – Perumahan Dieng – Pangkalan Mikrolet STL – Kalisongo – Petungsewu – Tegalweru – Pertigaan Dukuh Sempu, Desa Gadingkulon ke kiri – Dukuh Princi

* Dari Museum Brawijaya – Jl. Bondowoso – Jl. Tidar – Jl. Puncak Mandala – Jl. Puncak Yamin – Jl. Esberg – Pangkalan Mikrolet AT – Jl. Candi V D – Karangwidoro – Petungsewu – Tegalweru – Pertigaan Dukuh Sempu, Desa Gadingkulon ke kiri – Dukuh Princi

* Lewat jalan antar kota Malang-Batu – Pemandian Sengkaling ke barat – pertigaan Puskesmas Dau ke kiri – Rumah Makan Joglo Dau – perempatan Semanding – Asrama Putri Arrohmah – perempatan Sumbersekar-Gadingkulon ke barat – Dukuh Princi
Dari Kota Batu : jarak ± 21 kilometer
Batu Night Spectacular (Jl. Raya Oro-Oro Ombo) – Jl. Raya Tlekung – Jl. Raya Junrejo -
Monumen Jun – Sumbersekar – perempatan Sumbersekar-Gadingkulon belok ke kanan – Dukuh Princi


Lihat Peta Pesona Malang Raya di peta yang lebih besar

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.
2 Responses
  1. noor says:

    wah baru tahu aku, yg lain2 dunk spt daerah coban glothak dst, coban talun, coban pengantin, sama yg diatas atv itu

  2. anwar says:

    ALAMI DAN BAGUS YAA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Spam Protection by WP-SpamFree